Rabu, 11 April 2012

IDEOLOGI PANCASILA


PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

A.    PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar cita-cita dan logos berarti ilmu. Secara harafiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian dasar ide. Dalam pengertian sehari hari idea disamakan artinya dengan cita-cita. Cita-cita yang dimaksud bersifat tetap yang harus dicapai sehingga merupakan pandangan dasar pandangan paham. Ideologi kemudian berkembang menjadi seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup.
Ideologi  berbeda dengan filsafat. Ideologi memang mengandung nilai filosofis tapi berlaku sebagai keyakinan normative. Ideologi juga mempunyai sifat futuristic karena memberikan gambran masa depan yang utopis. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila meripakan nilai-nilai yang dicita-citakan dan ingin diwujudkan.
           
Beberapa pengertian ideologi meneurut para ahli ideologi;
Ø  Oetojo oesman dan alfian
Ideologi berintikan serangkaian nilan ( norma ) atau system nilai dasar yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh suatu masyarakat/bangsa sebagai wawasan/pndangan hidup mereka
Menurut alfian, ideology mengandung 3 dimensi:
ü  Dimensi realita
Nilai-nilai dasar terkandung dalam ideologi bersumber dari nilai-nilai riil hidup didalam masyarakatnnya
ü  Dimensi idealisme
Ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
ü  Dimensi fleksibilitas
Ideologi mampu menerima hal-hal baru sesuai perkembangan jaman.
Ø  Prof. Kaelan
Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa. Karena ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia
Ø  Ricoeur (1986)
Ideology merupakan istilah yang mengandung sifat dasar permulaan yang sangat mendua, ambigu ; sisi positif dan negative, konstruktif dan destruktif, dimnsi konstitutif dan patalogis. Selain itu dinyatakan pula ideology sangat meruakan kosakata yang bersifat polemis. Oleh karena itu, apabila kita bermaksud membicarakan ideology perlu disertai presisi dan proporsinya yang jelas
Ø  Sydney hook (bachtiar, 1976)
Ideology berarti sebagai ‘’pandangan dunia atau kosmos tempat manusia didalamnya, yang merupakan bimbingan kegiatan politik dalam arti yang seluas-luasnya
Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya :
1.      Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)
  1. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. (Setiardja, 2001)
  2. Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001)
B.     PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pandangan hidup bangsa Indonesia yang mempunyai nilai dasar yang bersifat tetap sepanjang jaman dan nilai instrumental yang mampu berkembang secara dinamis.
Nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat tetap adalah cita-cita dan tujuannya, yaitu terdapat pada pembukaan  UUD 1945
Nilai-nilai instrumental Pancasila yang dapat berubah adalah pengembangan dan pengamalannya, yaitu penjabaran lebih lanjut dari pembukaan UUD 1945, sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Perubahan-perubahan tersebut tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai dasarnya. Sifat dinamis dan inovatif nilai-nilai instrumental memungkinkan Pancasila dapat senantiasa beradaptasi dan mengikti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasarnya.
è Ciri-ciri ideology terbuka
·         Nilai – nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil/dari moral, budaya masyarakat itu sendiri
·         Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari consensus masyarakat tersebut.
·         Nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besarsaja sehingga tidak langsung operasional
è Dimensi-dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai suatu ideologi (ideologi terbuka) memiliki kekuatan yang
sangat tergantung pada kualitas dari dimensi-dimensi yang dikandungnya. Menurut alfian kekuatan ideology tergantung pada kualitas 3 Dimensi yang ada pada ideology tersebut.
1.      Dimensi Realita
Yaitu bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi (Pancasila) itu
secara riil berakar dan hidup serta bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat atau bangsanya (Indonesia),.
2.       Dimensi Idealitas
Yaitu bahwa nilai-nilai dasar ideologi (Pancasila) mengandung idealisme,
bukan lambungan angan-angan yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengamalannya dalam praktek kehidupan bersama mereka sehari-hari.
3.      Dimensi Fleksibilitas
Yaitu bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan pada generasi penerus bangsa diperjuangkan dan dipertahankan dengan semangan nasionalisme.
è nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka
 Menurut Kaelan,  adalah sebagai berikut :
·         Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.
·         Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.
·         Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.
è Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila
·         Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
·         Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan dirinya.
·         Pengalaman sejarah politik masa lampau.
·         Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
è Batas – batas keterbukaan pancasila
o   Stabilitas nasional yang dinamis
o   Larangan terhadap ideologi marxisme, leninnisme dan komunisme
o   Mencegah berkembangnya paham liberalisme
o   Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat
o   Penciptaan norma-norma baru harus melalui consensus
è System filsafat pancasila
Paham yang menempatkan masyarakat dan individu secara seimbang. Ada kebebasan tetapi demi kebaikan bersama diadakan pembabatan terhadap kebebasan itu yang berarti bebas tapi bertanggung jawab. Mengakui HAM dan mengakui adanya Tuhan YME, beragama sesuai dengan agama yang dianutnya
è System social budaya
Setiap orang dapat melahirkan apa saja untuk mewujudkan kebahagiaan masyarakatnya pemerintah berupaya untuk mensejahterakan masyarakat dengan tetap menghargai hak asasi manusia. Bila ada masalah maka diadakan musyawarah berdasarkan akal sehat untuk mencapai mufakat. Keputusan diambil oleh suara terbanyak. System ini diusahakan semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya dictator mayoritas dan minoritas
è System ekonomi
o   Berdasarkan prinsip keseimbanan dan keserasian
o   Hak milik pribadi diakui dan memiliki fungsional
o   Daya kreasi, inisiatif, dan potensi setiap orang dikembangkan dalam satu kerangka yang harmonis dengan masyarakatnya. Manusia dianggap sebagai makhluk social sekaligus makhluk individu.
o   Menganut nilai keadilan distributive dan komulatif
è System politik
sistem politiknya adalah demokrasi pancasila yang berarti sistem demokrasi atau kedaulatan rakyat yang dijiwai dan diintegrasikan dalam sila pancasila. Bagi lembaga-lembaga yang bersifat infrastructural diakui keberadaandan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan dan ketaatan kepada hukun yang sedang  berlaku.
C.    IDEOLOGI LAIN
1.      IDEOLOGI KOMUNISME
Komunisme adalah salah satu bentuk ideology dunia, disamping ideology yang lain dan sering disebut ideology totaliter. Komunisme merupakan ajaran yang memandang bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk social, komunisme mendasarkan pada suatu kebaikan yang diperuntukkan bagi kepentingan dan keuntungan masyarakat totalitas atas dasar inilah komunisme mendasarkan moralnya pada kebaikan relative demi kepentingan dan keuntungan kelasnnya dan untuk mencapai tujuannya dengan menghalalkan segala cara.
Tokoh komunis adalah heinrich karl mark (1818-1883) seorang yahudi jerman dan merupakan tokoh sosialis revolusuoner yang banyak menulis bidang social ekonomi.
Ajaran komunis melandasi pada teori marxisme dan leninisme. Istilah komunisme juga dipakai untuk ajaran kmunisme atau marxisme leninisme yang merupakan ajaran atau ideology resmi komunisme (franz magnis-suseno, 2003;5)
·         Ciri-ciri Ideologi Komunisme
1.      ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah
2.      manusia makhluk social tanpa dekorasi individu dan manusia dianap mesin
3.      masyarakat sebagai kesatuan manusia tanpa kelas
4.      hokum dibuat manusia dan ditetapkan negara
5.      perekonomian ditangan negara
·         System filsafat
Komunisme adalah paham yang mengutamakan masyarakat. Pada Negara yang menganut system ini setiap orang hidup dalam belenggu yang dibuat pemerintah. Tidak ada ham. Komunisme berdasarkan matrealime yang melahirkan ateisme. Negara tidak mengakui adanya tuhan
·         System social budaya
Negaralah yang diakui mengetahui apa yang baik untuk masyarakat yang tahu bagaimana mewujudan kebahagiaan masyarakat. Individu harus mendukung upaya pemerintahmewujudkan kesejahteraan rakyad dengan cara patuh pada perintah Negara. Pihak minoritas (pemerintah)memaksakan kehendak kepda pihak mayoritas(yang diperintah) sehingga terjadinya dictator
·         System ekonomi
è Berdasarkan system etatisme
è Hak milik pribadi tidak diakui
è Menimbulkan pengekangan terhadap kreasi kreativitas dan potnsi warga Negara
è Masyarakat lebih diutamakan disbanding individu
è Menganut nilai keadilan komulatif yaitu setiap orang memperoleh bagian yang sama tanpa memperhatikan
·         System politik
è Karena pemerintahan dilaksanakan menurut konsep dictator, hak politik rakyat tidak dapat digunakang dengan baik (tirani minoritas atas mayoritas) jelas hal ini tidak demokratis dan melanggar HAM
è Dalam bdang ekonomi karena semua diatur pusat rakyad menjadi pasif akibatnya kegiatan ekonomi menjadi lemah
è Manusia hanya diakui sebagai makhluk social maka harus sanggup mengorbankan apa saja demi kepentingan bersama
è Paham kmunis tidak mengakui tuhan dan melarang keberadaan agama
è Dalam praktiknya sering kali Negara menempuh berbagai cara guna mencapai ambisinya meskipun bertentangan dengan agama.
2.      IDEOLOGI LIBERALISME
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua karakteristik berikut. Anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam suatu sistem dominasi kompleks dan kukuh, dan pola hubungan dalam system ini bersifat statis dan sukar berubah. Pemikiran liberal (liberalisme) berkembang sejak masa Reformasi
·         Ciri-ciri ideologi liberalisme
1.      Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik
2.      Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan
berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
3.      Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan
yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat
keputusan diri sendiri.
4.      Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk.
5.      Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar individu berbahagia.
6.      Hak-hak tertantu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun..
·         System filsafat liberalisme
Paham yang mengutamakan kebebasan. Setiap orang bebas melakukan apa saja asal jangan sampai mengganggu kebebasan orang lain. Ham sangat dijunjung tinggi , bersifat sekularisme yaitu Negara tidak mencampuri urusan beragama dan agama tidak diatur oleh Negara
·         System social budaya
Setiap orang dapat melakukan apa saja, setiap orang boleh menyampaikan pendapat apa saja dan mempermasalahkan apa saja tetapi pada akhirnya setiap keputusan untuk kepentingan bersama harus ditentukan berdasarkan suara terbanyak. Pihak yang kalah harus mematuhi pihak yang menang, terjadi pemaksaan kehendak mayoritas kepada minoritas (dictator minoritas)
·         System ekonomi
è Berdasarkan prinsip free fight liberalism
è Hak milik pribadi diakui
è Menimbulkan kesenjangan social yang sangat menyolok
è Kepentingan individu lebih diutamakan disbanding masyarakat
è Menganut nilai keadilan distrbutif, setiap orang memperoleh balas jasa sesuai dengan prestasinya
·         System politik
è Paham liberalism menghendaki kekuasaan mutlak mayoritas daripada minoritas sehingga menimbulkan penindasan
è Keputusan diambil dari suara terbanyak yang dapat menimbulkan perasaan tidak adil terutama bagi golongan minoritas
è Diakui partai oposisi dan mosi tidak percaya yang melahirkan pemerintah tidak stabil
è Kebebesan yang tidak terkendali dapat mengganggu jalannya pemerintahan dan aktivitas sehari-hari
è Dalam bidang ekonomi persaingan bebas dapat mematikan golongan ekonomi rendah
è Paham liberaisme dapat melahirkan manusia yang egois (individualism) jauh dari sifat kekeluargaan dan kegotong royongan

 
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
 DENGAN IDEOLOGI LAIN
IDEOLOGI
KEUNGGULAN
KELEMAHAN

PANCASILA
SEBAGAI
IDEOLOGI
TERBUKA
ü  Mencakup nilai – nilai positif yang diambil dari berbagai ideology
ü  Menutup kelemahan dari kedua ideology yang bertentangan.
ü  Kedudukan manusia itu seimbang yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
ü  Ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Pemerintah sehingga tidak mengorbankan rakyat.
ü  Bersifat fleksibel yang artinya mengikuti perkembangan Zaman
ü  pancasila sebagai ideologi memberi kedudukan seimbang kepada manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
û  Dapat Menimbulkan tafsir yang berbeda – beda
û  Keberhasilan sulit dicapai
û  Konflik antar partai sering terjadi
û  Kebanyakan partai mementingkan kelompoknya
û  Terlalu banyak partai yang ada di Indonesia
û  Perekonomian tergantung pada pemerintah


KOMUNISME
ü  Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal perncanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran atau berbagai keburukan ekonomi lainnya.
ü  Bersifat absolutilasi dan seterminisme karena memberi perhatian yang sangat besar kepada kolektivitas atau masyarakat
ü  Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan lancer.
ü  Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
ü  Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.
ü  Tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada
û  Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menyebarkan nilai – nilai komunis
û  Mematikan inisiatif individu untuk maju, sebab segala kegiatan diatur oleh pusat
û  Kebebasan individu dan hak milik pribadi tidak diberi kesempatan dinegara komunis
û  Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
û  Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya.
LIBERALISME
ü  Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
ü  Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
ü  Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.
ü  Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar.
ü  Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari keuntungan
ü  Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Berita-berita ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam, baik ditujukan kepada perseorangan lembaga atau pemerintah.
ü  Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun
û  Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan bersifat bebas, pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan. Sedangkan golongan pekerja hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan.
û  Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
û  Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat.
û  Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya oleh individu yang sering terjadi
û  Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta, pemerintah sulit untuk mengadakan dan memberikan kontrol. Sehingga pers sebagai media komunikasi dan media masa sangat efektif menciptakan image dimasyarakat sesuai misi kepentingan mereka.
û  Tidak semua o srang kuat cita-citanya
û  Dalam ekonomi hanya mementingkan keuntungan ekonomi sendiri
û  Negara yang menganut paham liberalism buta terhadap kenyataan bahwa tidak semua orang kuat kedudukannya



REVERENSI

Oetojo Oesman, Alfian, 1992, BP7 Pusat, Jakarta
Kaelan, Prof, 2001,  Pendidikan Pancasila, Paradigma, Yogyakarta
Sutrisno, Slamet, Dr, M.si, 2006, Filsafat dan Ideology Pancasila, Penerbit Andi, Yogyakarta
Subadi, Tjipto, Dr, M.si, 2010, Pendidikan Kewarganegaraan, BP-FKIP UMS, Surakarta
Saputra, Lukman S, 2009, Pendidikan Kewarganegaraan, Pusat Perbukuan Departemen Nasional.
Nurjani, Drs. Sukirno, Drs, 2009 Pendidikan Kewarganegaraan III untuk  SMK, LP2IP, Yogyakarta
Suteng Bambang.Drs,SM. Si, dkk, Pendidikan Kewarganegaraan: Erlangga
Setijo pandji. Pendidikan Pancasila Prespektif Perjuangan Bangsa. Cikal sakti
Aa. Nurdiaman. 2007, Pendidikan Kewarganegaraan; Kecakapan Berbangsa dan Bernegara untuk kelas VIII SMP/MTS. Pribumi Mekar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar